SUJARWO: Sumatera Harus Banyak Menyediakan Lahan Kerja Bagi Kelas Bawah

Coganews.co.id. Jakarta,– Dalam Pengajian Kebangsaan berlangsung tadi malam, 05/12/2023 di Posko Kemenangan Mahfud, di jalan Teuku Umar Menteng Jakarta yang dipandu Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri dengan menampil narasumber, antara lain TGB Zainul Majdi salah satu dari partai pengusung Capres dan Cawapres, Ganjar Mahfud.

Acara yang sempat dihadiri oleh Tuan Rumah, Prof. Dr. Mahfud MD, meski sebentar lantaran kesibukannya dalam masa Kampanye menyongsong Pilpres di Pemilu 2024.

Salah satu narasumber dalam pemikiran ilmiahnya mengatakan, bahwa persoalan kemakmuran rakyat, sangat terletak pada sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang kita miliki. Sebagai realitas di lapangan, sumber daya manusia yang tersedia kebanyakan, 65 % pendidikan SD, SMP dan tidak tamat.

READ  Pj Bupati Apriyadi Buka Jalan Baru untuk Warga Muba

Mereka ini lanjutnya, kebanyakan tidak dapat berkerja karena kalah bersaing dengan yang berpendidikan tinggi. Tergilas dalam persaingan yang cukup kompetitif. Maka terjadilah pengangguran, berujung dengan menambah deretan panjang kemiskinan. Angka kemiskinan sukar untuk dientaskan secara signifikan.

Lanjutnya, sebetulnya pemerintah harus menyediakan dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk kalangan strata sosial kelas marjinal ini. “Memberikan pekerjaan kepada mereka. Bukan mereka mencari kerja. Karena hal ini menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah “, katanya.

Wakil Ketua Relawan Nasional Sujarwo (Sumatera untuk Ganjar Pranowo), Aziz Ridwan mengatakan, umumnya di Sumatera, lahan pertanian sudah terjual dengan perusahaan perkebunan. Sementara perusahaan perkebunan ini dalam operasionalnya tidak berpihak kepada masyarakat. Sifat kapitalismenya yang terlalu menonjol. Gaji buruh jauh dari mencukupi dan hak-hak buruh yang lainnya tidak mendapat ruang maksimal.

READ  7 Desa Terima Hewan Kurban Dari PT Huadian Bukit Asam Power

“Untuk menjawab ini, pemerintah hendaknya membuat BUMN baru di daerah potensial. Misalnya, pabrik minyak goreng dari Sawit atau pabrik Ban Kendaraan di daerah penghasil karet,” katanya.

“Dengan adanya Pabrik-Pabrik baru ini akan menampung kebutuhan tenaga kerja yang kita bicarakan ini”, katanya mengakhiri. (Tazkara)