Simposium Bertajuk Masa Depan Tambang Sumsel, Kuy Jangan Sampai Terlewatkan!

Coga Ekonomi396 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – “Alhamdulillah hari ini sudah dimulai tahapan hilirisasi tambang industri dimetil di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pentingnya ini guna mengurangi impor. Sudah enam tahun lalu saya perintah”

Demikian pesan Presiden Jokowi pada saat meresmikan Proyek Batu Bara Jadi DME (Dimethyl Ether) pada Senin (24/1/2022).

Proyek tambang yang menyita perhatian nasional dengan turun tangannya Presiden Joko Widodo ini akhirnya menjadi harapan baru bagi bangsa Indonesia dalam menekan sedemikian rupa impor LPG kita itu yang gede banget, yakni mencapai Rp 80 triliun dari kebutuhan Rp 100 triliun. Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena subsidi Rp 60-Rp 70 triliun.

Menyoal itu Yadi Pebri, selaku pentolan Pemuda Muhammadiyah Palembang sekaligus Ketua Pelaksana bersama Heriyanto MSi selaku Ketua dan Zainul Arifin MH selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Palembang menginisiasikan Simposium keren dengan garis besar menyoal Potret Pengelolaan Tambang Batubara di Bumi Sriwijaya.

READ  Ketua ASPENKU Sumsel Harapkan Bantuan 2 T Bisa Membantu UMKM, Sektor Esensial dan Kritikal Masyarakat Sumsel

Ini forum Simposium untuk seluruh Mahasiswa, pemuda dan kalangan intelektual serta masyarakat seluruhnya di Bumi Sriwijaya dengan fokus pembahasan nya: dampak lingkungan, sosial,dan ekonomi, dihadiri oleh Keynote Speech dari Bunda Arniza Nilawati, SE, MM anggota DPD RI/MPR RI, putri terbaik Sumatera Selatan yang merupakan asal dapil dari daerah pertambangan batubara terbesar di Sumsel bahkan Indonesia.

Jika berbicara tentang tambang Sumsel, kita sedang berbicara tentang masa depan Indonesia.

Menilik data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, kita memiliki sumber daya batu bara sebesar 143,7 miliar ton, dengan jumlah cadangan batu bara mencapai 38,84 miliar ton.

Ini menjadi denyut nadi kehidupan sehari-hari kita, seperti gas LPG, pembangkit listrik, pengaspalan jalan, infratruktur kereta api, pembangunan gedung dan masih banyak lagi lainnya.

Istimewanya Sumsel menjadi bagian penting dari tambang tersebut.”

Lanjutnya, simposium ini menarik untuk diikuti dan sangat sayang jika dilewatkan, dimana akan diselenggarakan di Ballroom Aston Hotel Palembang, pada esok hari Kamis 28 Juli 2022, pukul 08.30-12.30.

READ  BADKO HMI Sumbagsel Sarankan Jokowi Harus Turun Temui Mahasiswa pada Aksi 11 April Nanti, Mereka adalah Kaum Intelektual!

Narasumber yang berkompeten dari Kepala Dinas ESDM Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel, Reskrimsus Polda Sumsel, WALHI Sumsel serta PP Pemuda Muhammadiyah.

Tentu harapan nya dengan simposium ini akan berdampak pada grand design pertambangan di Sumsel dalam menciptakan lapangan kerja bagi putra-putri Sumsel yang sebagaimana diharapkan oleh Menteri BKPM Bahlil Lahadalia dan Presiden Jokowi bisa menciptakan 70 ribu lapangan yang langsung serta yang tidak langsung biasanya 2-3 kali lipat.

(Danaz)